Dulu sih mulut-mu harimau-mu, tapi sekarang berubah: jempol-mu harimau-mu.

Dulu sih katanya lidah tidak bertulang tapi semenjak aplikasi android, apple dan kawan-kawan yang lain menrajai teknologi mengubah semuanya: jempol tidak bertulang.

Ya dikasih rezeki, entah itu dari hasil keringat sendiri atau hanya sekadar pemberian orangtua ya dipergunakanlah sebaik mungkin dan sebijak mungkin. Nonton berita tentang om-om pengacara dan baru-baru ini mahasiswi S2 jadi menginspirasi.

Semoga bukan bagian dari kaum yang seperti itu ya Allah. Naudzu billahi min dzalik

Sekarang gak cuma ngomong yang harus dipikir dulu ya, tapi nge-update juga harus dipikir dulu. Siapa yang tahu, yang baca sakit hati. Siapa yang tahu, yang liat menganggap itu adalah ria.

Smartphone harusnya bikin yang punya jadi smart people.

Tidak Ada Nyala Lilin

Beginikah rasanya rindu, baru kali pertama, aku merindu sehebat ini. Disaat anak seusiaku rindu menghabiskan waktu bersama teman sebayanya di malam minggu, padahal setiap hari bertemu, aku hanya disini bersama seperangkat laptop, duduk dan entah apa yang aku tunggu.

Mungkin yang aku tunggu hanya saat mati lampu, dimana kita terpaksa duduk bersama mengelilingi nyala lilin. Tapi hebatnya PLN melakukan tugasnya dengan sangat baik, tidak dibiarkan listrik di rumahku padam. Hingga pada kenyataanya, kita kembali sibuk dengan urusan kita masing-masing. Tanpa ada nyala lilin.

SEDIH DENGER SI BAPA

choqi-isyraqi:

JGN ADA YANG NANGIS SETELAH MEMBACA POSTINGAN INI.

Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox.
Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua…..dia membukanya. 
Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.

Diapun mulai membaca isinya:

“Assalamu’alaikum. Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan.

Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !

Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.

Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu.

Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan.

Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.

Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.

Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.

Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu.

Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.

Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.

Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?

Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.

Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.

Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.

Bapak tidak minta banyak…

Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.

Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Alloh.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Alloh.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.

Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”

Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira………………. 
Bagaimana tidak ? 
Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya

Ya Allah, Ya Muhaimin, Yang Maha Pemelihara, peliharalah ingatan hamba dari sifat lupa akan kebaikan Ayah, kebaikan kedua orang tua hamba. Aamiin.

Tulisan : Prinsip Belanja

Hidup ini memiliki kebutuhan yang banyak secara materi. Pengelolaan materi/keuangan menjadi hal yang penting untuk dipahami baik oleh laki-laki maupun perempuan.

Nah, sesekali tulisan kali ini saya ingin memberikan salah satu hal yang menjadi poin-poin penting dalam hal membelanjakan uang yang selama ini saya lakukan. Orang-orang yang mengenal saya pun sering melihat saya terlalu berlebihan dalam belanja sebuah barang, tapi semua itu memiliki dasar.

Saya menyukai salah satu prinsip teman saya, dia mengatakan bahwa: Bila kebutuhan ataupun keinginan kita bertambah, jangan berhemat. Tapi berpikirlah bagaimana caranya menambah pemasukan. Menarik sekali dan saya menggunakan cara tersebut. Kebutuhan saya kian bertambah pun keinginan saya terhadap sesuatu juga banyak. Untuk itu saya berupaya untuk menambah penghasilan saya selama ini.

Prinsip belanja ini diperkuat dengan latar belakang saya yang dulu belajar di dunia desain, dimana desain adalah ujung tombak dari sebuah produk konsumsi. Entah itu desain 2D ataupun 3D. Desain juga membuat harga barang kadang tidak masuk akal.

Sebagai konsumen, kita harus cerdas dan tahu betul apa yang kita beli. Jadi berikut ini adalah beberapa hal yang saya terapkan dalam  belanja saya selama ini. Saya tidak menulisnya secara urut berdasar prioritas.

  • Belanjalah untuk masa depan. Saya mengartikan seperti ini; hal-hal tersier yang bisa kita beli saat ini untuk ketika berkeluarga nanti, belilah saat ini. Kelak jika kita sudah berkeluarga, untuk membeli barang-barang itu kadang tersandung oleh kebutuhan lain seperti susu bayi, popok, garam dapur, dll. Barang tersier seperti tas carrier, sepeda gunung, buku (bagi banyak orang, buku adalah barang tersier), kamera, atau hal-hal yang berkaitan dengan kesukaan/hobi kita. Apalagi diawal berkeluarga nanti, biasanya perekonomian belum stabil bagi pasangan muda. Kecuali orangtuamu adalah konglomerat kaya raya yang hartanya cukup untuk 7 turunan dan kamu tinggal menerima sumbangan orang tua.
  • Belanjalah barang berkualitas. Saya mengartikan prinsip ini sebagai investasi barang jangka panjang. Meski kualitas tidak selalu berbanding lurus dengan merk, tapi biasanya merk memang menjamin kualitas, hukumnya seperti itu. Untuk membeli barang tertentu kita harus punya referensi, jika kita tidak ahli dalam hal tersebut, maka jangan malu bertanya pada orang yang kita anggap ahli dalam hal tersebut. Misal kamu mau beli kamera dengan anggaran sekian rupiah. Maka tanyalah dan carilah referensi dengan harga seperti itu, carilah barang yang kualitasnya paling baik diantara yang lain atau jika ada barang yang harganya sedikit diatasnya dengan selisih wajar dan kualitasnya lebih baik, tahanlah sedikit untuk menabung. Ini penting karena ini berkaitan dengan usia pakai. Barang konsumsi diciptakan dengan masa pakai tertentu oleh produsen.
  • Belanja investasi, seperti pada bahasan sebelumnya. Ketika kamu beli tas carrier, kamera, dan lain lain saat ini. Berpikirlah bahwa itu adalah investasi, kamu bisa menggunakannya untuk traveling bersama keluargamu kelak. Beli kamera juga seperti itu, semua itu kamu tujukan sebagai investasi masa depan, berpikirlah ketika membeli barang akan digunakan untuk apa barang itu di masa yang akan datang? Beli jangan cuma dipikir tentang keinginan saat ini, tapi akankah barang itu dibutuhkan di masa yang akan datang juga? Dan untuk memiliki investasi yang baik, pastikan kamu menggunakan prinsip belanja barang berkualitas diatas.
  • Belanja cerdas. Konsumen harus cerdas dan perlu belajar pola pasar dan berkembangan teknologi. Jika kita amati misal teknologi Android yang baru beberapa tahun lalu muncul dan perkembangannya yang sangat pesat, maka berpikirlah ketika kamu membeli perangkat android, kira-kira masa updatenya berapa lama ya? Karena sistem operasi ini pada versi-versi terbarunya bahkan menuntut untuk upgrade handphonenya sekaligus. Akibatnya barang yang kamu beli tidak bisa mengikuti update sistem operasi dan akhirnya barangmu cepat out-of-date. Ini adalah contoh dimana kita bisa mengambil sikap terhadap teknologi. Karena teknologi adalah salah satu hal yang perkembangnya paling cepat.
  • Belanja desain. Sebagai  seseorang dengan latar belakang desain saya ingin berbagi sedikit tips dengan studi kasus agar teman-teman bisa langsung memahami. Belanja desain ini sangat penting karena berkaitan dengan kenyamanan dan keawetan kita menggunakan sebuah barang. Desain bisa membuat kita tidak mudah bosan terhadap barang yang kita pakai, begitu juga sebaliknya dan ini ada ilmunya khusus yang mempelajari hal tersebut dalam dunia desain. Saya contohkan dengan Handphone produksi SAMSUNG dan APPLE. Samsung menggunakan strategi desain yang menyasar dari segmen low-end sampai high-end dengan perkembangan desain yang sangat cepat. Bisa saya katakan, dalam 3 bulan ada produk Samsung terbaru yang muncul ke pasar. Otomatis diikuti dengan software dan desain yang baru. Kami, desainer belajar tentang mendesain sebuah produk dengan usia desain tertentu. Dan Samsung (dalam analisis saya) menggunakan desain berumur pendek. Artinya kamu membeli produk HP samsung satu tahun yang lalu, mungkin kamu sudah bosan dengan desain perangkatnya selain karena begitu banyak produk baru yang muncul dalam merk yang sama. Ini berbalik dengan strategi desain yang dilakukan Apple, mau tidak mau mungkin kita harus mengakui bahwa desain apple bersifat long-lasting design. Artinya produknya secara desain tidak membuat konsumennya cepat bosan. Pun kamu membeli perangkat dari apple 5 tahun yang lalu atau bahkan lebih, desainnya masih terasa nyaman untukmu sendiri. Barang produksi ada yang didesain untuk umur tidak lebih dari setahun, hal tersebut digunakan sebagai strategi pemikat konsumen untuk mengeluarkan produk baru dan desain barunya yang bahkan kadang hardwarenya tidak jauh lebih baik dari produk yang sudah dikeluarkan. Itulah mengapa, kadang kita suka merasa bosan dengan barang kita dan ketika produk baru muncul, kita berkeinginan membeli baru. Untuk itu, belilah desain yang baik.


Dan masih banyak lagi prinsip-prinsip belanja yang bisa teman-teman terapkan dalam kehidupan sehari-hari, saya hanya memberikan beberapa poin besar dari prinsip belanja saya sendiri. Kadang kita merasa terlalu boros, padahal tidak bila kita berpikir investasi dan jangka panjang. Penggunaan uang yang bijak itu bukan berdasar pada jumlahnya, tapi nilai apa yang kita dapatkan dari uang yang telah kita keluarkan. Nah, selamat berbijaksana dalam berbelanja :)

Bandung, 20 Agustus 2014

Semakin dewasa, semakin banyak kebutuhan, semakin berpikir bagaimana caranya bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan tanpa harus minta sama orangtua.

(Source: kurniawangunadi)

Over thinking leads to negative thoughts, which then leads to more negative thoughts about why you’re so negative all the time. Let it be. It will be okay, I promise.

Berusaha membuat semuanya berada di dalam kendalimu terkadang justru makin memperkeruh suasana. Kamu akan terjebak pada pikiran-pikiran buruk dan kecemasan yang belum tentu akan terjadi.

Kebiasaan overthinking akan membuatmu jadi orang yang tidak lepas dalam bertindak.Ingin semuanya berjalan lancar memang baik. Tapi berusaha mengatur semuanya agar berjalan sesuai kehendakmu adalah hal yang tidak bijak. Bagaimanapun, ada kekuatan besar di luar dirimu yang perlu kamu percayai. Dia akan memberikan yang terbaik untukmu, selama kamu benar-benar memaksimalkan usaha.

Bukan soal siapa yang bergolongan darah A yang katanya perfectionist, tapi tentang setiap orang-orang, baik dari golongan A, B, AB dan O yang punya kebiasaan over thinking terhadap seseorang atau sesuatu. You might be the one.

Diam bukan berarti tak peduli, Sayang. Karena bagi orang-orang yang mengerti, mereka tahu kapan saatnya diam, kapan saatnya bicara, kapan saatnya berkomentar, kapan saatnya hanya melihat, kapan saatnya mencampuri, kapan saatnya hanya sekedar tahu. Karena bisa jadi, mereka itulah orang-orang yang mendekapmu erat-erat dalam doa.

Serial Ayah-Bunda, Nazrul Anwar (via ichigoichiyo)

Diam bukan berarti tak peduli, Sayang.

(via ratnaeputri)

So what are you gonna do when the world don’t orbit around you?? Don’t go crying to your mama

Paramore - Ain’t It Fun

Aku.

Aku, tidak lupa cara menulis. Tdak pun tentang dirimu.

Bukankah aku yang jatuh terlebih dahulu.

Lalu,

Ah!

Karena dibalik aku, ada kamu. 

Persiapan.

Sebelumnya, selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah. taqaballahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum. Memaknai bulan ramadhan yang udah kelewat dan hari H kemarin yang tidak dirayakan bersama kedua orangtua, ternyata tersadari bahwa sebuah persiapan itu penting. Entah persiapan sebelum ataupun persiapan setelah. Maksudnya?

The end is the new beginning, right?

Pengalaman kurang lebih enam belas hari bantu jaga di pintu masuk Tol Cileunyi berharga banget. Pengalaman kerja dapet banget dari mulai dapet pujian dari atasan sampai klaksonan dan teriakan dari pengendara yang gak tau apa-apa soal mesin yang biasa ngerluarin kartu itu (tau kan? jangan-jangan kamu salah satu pengendara yang kemarin ngelaksonin saya) dapet bingits. Temen baru juga dapet, mulai darijauh lebih kenal temen deket (ada novi sama dika soalnya) sama dapet temen baru, yang namanya Tarna Si Anak Lebay juga ada haha. Trus ada jg pengalaman bener2 jauh dari orangtua dan tinggal berdua doang sama kaka dan penting banget yang ini, pengalaman megang gaji pertama hahaha. Exited gak? Terimakasih bos!

Satu lagi yang didapet sih, persiapan itu gak boleh kelewat, physically and of course mentally, sssah. Jangan sampai pas ditengah-tengah kontrak tumbang atau nyerah atau jangan juga setelah kontrak eh malah gak bisa menikmati usaha setelah proses.

Oke cukup sekian laporan terkini dari gerbang Tol Cileunyi Semoga secuplik tulisan tentang curhatan pengalaman ini bisa dimaknai secara bijak dan normal.

Jangan lupa dimaknai secara bijak dan normal, jangan kaya Tarna, Si Anak Lebay.

ehem.

ehem.

(Source: best-of-memes, via tatazkiaan)

1 / 47