Isyarat.

Kamu beri aku isyarat. Tuhan sempat mengizinkan aku untuk menjaga kamu.Tapi memang siapalah aku ini. Aku hanya seorang makhluk Tuhan yang jelas-jelas tidak berhak atas bagaimana dirimu.Tuhan-lah Yang Mahakuasa.

Tapi atas semua isyaratmu selama ini, atas semua cerita tentang awan, langit, dan hujan yang kamu ceritakan.  Aku kira semua itu tentang aku. Ternyata aku hanya burung gagak dalam isyaratmu. Bukan peran utama.

Aku salah sangka.

Tapi aku tidak pernah menyesali atas semua doa-ku tentang kamu. Tidak akan. Maafkan aku yang tidak sempat mengembalikan senyum  yang sempat kamu berikan. 

Kamu beri aku isyarat jelas-jelas, ternyata Tuhan hanya mengizinkan aku untuk menjagamu dengan doa-ku.

Semoga Tuhan masih mengizinkan kita untuk saling menjagamu, walau hanya dengan doa tanpa raga.

Edisi 16 Juli 2014. Mungkin kalau dikasih umur panjang, tahun depan bisa kirim doa lagi. Aamiin. Selamat 20 tahunan!! You’re part of me, guys. xoxo @hafizaa @ayavanis @megasch

Biasakan.

Pada (si)apa kamu peduli? Biasakan untuk tidak sakit hati. Pada (si)apa kamu merindu? Biasakan untuk tidak makan hati.

Aku tidak mau banyak bicara, aku takut kamu belum terbiasakan mendengar.

Aku tidak ingin ada yang pergi. Bahkan, malam ini pun aku berharap aku tidak akan pergi sendirian.

Atau apa mungkin maksudmu selama ini adalah membiasakan aku pergi sendirian?

Kini aku mulai terbiasakan.

khadiijah4islam:

Pray for Gaza

khadiijah4islam:

Pray for Gaza

(via mhzhafran)

Tidak pernah orang yang banyak bicara itu disebut pintar, pun juga bijak. Juga tidak pernah orang yang selalu bicara setiap hal disebut jenius, pun juga cendekia.

Melainkan orang-orang yang tahu persis kapan harus bicara, kapan harus diam. Melainkan orang-orang yang tahu persis dia paham masalahnya maka dia angkat bicara, jika tidak, dia memilih diam.

Tere Liye (via aldilayunitaw)

Disimak baik-baik yaa

(via aldilayunitaw)

Antara Kita.

Kita berusaha terlalu keras. Sekeras tupai mempersiapkan persediaan makanan untuk musim dingin nanti. Kita berharap keterlaluan, berharap hujan datang dimusim panas. Tapi beginilah kita, aku yang tidak kuasa menolak rasa ini karena  terlanjur. Sedang kamu yang tidak dapat melangkahkan kaki untuk pergi karena aku adalah yang satu-satunya, katamu.

Aku merasa bahagia telah dipertemukan oleh kamu. Semua begitu sempurna.Tapi, jika takdir berkata tidak pada kita aku akan tetap bahagia atas pertemuan kita. Lantas aku percaya, perpisahan yang sesungguhnya adalah perpisahan antara surga dan neraka.Semoga kelak kita dipertemukan di surga yang sama.

Perasaan ini adalah anugerah Tuhan-ku. Anugerah Tuhan yang terindah yang pernah aku miliki.

Mungkin kamu lupa Tuhan-mu adalah Dzat Yang Membolak-balikan Hati.

Trying.

Homer: So, do you forgive me?
Marge: Yes, but it's not because the things you bought me, its because you never stop trying. And that's all woman ever wanted from a man.
The Simpsons

Jangan sombong, jangan terpaksa, dan jangan berpuas diri!

Jangan sombong, jangan terpaksa, dan jangan berpuas diri!

(Source: gittannisavania)

Demikian

Apa yang membuat kamu begitu demikan? Sampai sekarang bahkan aku menahan supaya aku baik-baik saja dan supaya kamu pun demikian. Kalau malam terlalu dingin akan aku cari selimut tebal, aku harap kamu pun demikian supaya kamu baik-baik saja. Supaya dingin tidak sempat menerobos tulang-belulangmu. Kalau matahari terlalu terik, aku akan berteduh di bawah pohon rindang, aku harap kamu pun demikian agar kamu tidak menghitam seperti aku.

 Aku tenggelam dengan rasa takutku. Berharap kamu bernafas seperti biasanya supaya kamu tidak merasa demikian tenggelam

fatimahkurniawan:

Sebuah perenungan… 10 Ramadhan…

Maka hari ini, jika puasa terasa melemahkan, jika tarawih melelahkan, jika tilawah memayahkan, mari menatap sejenak ke arah Mesir dan Suriah.

Sebab mereka nan mewakili kita di garis depan iman, dibakar musim panas, direpotkan hajat, dicekam ancaman, disuguhi besi dan api, tapi teguh.

Mereka nan darahnya mengalir dengan tulang pecah, tapi tak hendak membatalkan shaum sebab ingin syahid berjumpa Rabbnya dalam keadaan puasa.

Mereka gadis-gadis belia yang menulis nama di tangannya, agar jika syahadah menjemput dan jasad remuk tiada yang susah bertanya siapa namanya.

Hari ini ketika kolak dan sop buah tak memuaskan ifthar kita, tataplah sejenak ke negeri yang kucing pun jadi halal karena tiadanya makanan.

Hari ini sungguh kita ditampar Allah dengan Mesir, dengan kepahlawanan mereka nan lebih suka bertemu Allah daripada hidup membenarkan tiran.

Hari ini sungguh kita ditampar Allah dengan Suriah, ketika kisah Ibu yang memasak batu dan menidurkan anaknya dalam hujan peluru adalah fakta.

Sebab mungkin 60 tahun penjajahan kiblat pertama, masjid suci ketiga, dan penzhaliman atas ahlinya belum utuh mencemburukan hati imani kita.

Hari ini kami minta izin pada Shalih(in+at) tuk memohon, bagian dari kepedulian itu

- Salim A. Fillah

Allah…

(Source: asepmaulanaismail)

1 / 46